Dalam melakukan kegiatan pengembaraan di mancanegara, tidak jarang saya berinteraksi dengan penduduk lokal atau para pegiat alam terbuka, petualang maupun pengeliling dunia. Sehingga pembicaraan kami menjadi seru saat membicarakan rute yang sama, pada Negara yang pernah kami lalui sebelumnya. Anehnya, mereka selalu menghindari masuk Indonesia, terutama yang membawa kendaraan. Seperti sepeda atau sepeda motor. Umumnya, rute mereka dari Singapura langsung terbang menuju Perth, Australia ataupun sebaliknya. Alasan mereka hampir semua sama, karenaIndonesia sudah sangat dikenal mempunyai banyak ‘masalah’ dengan bea cukai dll, di airport ataupun pelabuhan.
Dalam pembicaraan tersebut di atas, tentu saja saya selalu berusaha menjelaskan bahwa semua itu bohong belakang. Selain mempromosikan keindahan alam Indonesia, saya katakana bahwa Orang Indonesia itu ramah tamah dan suka menolong. Tidak suka korupsi maupun mengutip uang lebih dari yang seharusnya. Buktinya selama ini saya tidak pernah mengalami hal-hal yang disebutkan mereka. Kiranya terlalu naïf apa yang saya katakan.
Akhirnya .........saya sependapat dengan mereka. Karena............. saya kena juga! Tidak salah kalau saya mengatakan orang Indonesia suka menolong, tapi dengan dalih menolong tersebut lah sebenarnya mereka (tidak semuanya) menipu. Ya ironis memang. Sejak dulu hingga sekarang, selama saya melakukan kegiatan di mancanegara. Seringkali saya ditolong dan dibantu oleh penduduk lokal, petugas lokal dengan tulus. Tapi justru di Indonesia saya di’kerjain’ Ceritanya begini:
Setelah bersepeda sejauh 3538.5 kilometer dari Brussels (Belgium) hingga Rabat (Morocco), melintas Belgia – Prancis – Spanyol – Portugal dan Maroko. Selama 48 hari bersepeda dari 64 hari masa pengembaraan. Serta mendaki Gunung Jbel Toubkal +4167 meter dpl, gunung tertinggi di kawasan Pegunungan Atlas Afrika Utara. Saya pulang kembali ke Indonesia pada tanggal 14 Agustus 2010, dengan pesawat Etihad Airways dari Casablanca (Morocco) – Abu Dhabi - Jakarta. Dan tiba di Indonesia pada hari Minggu, 15 Agustus 2010.
Saat itu, uang yang tersisa pas-pasan. Dan saya tidak mampu membayar ongkos kelebihan bagasi (biasanya, dari maskapai penerbangan lainnya saya selalu mendapat surat keringanan atas kelebihan bagasi, namun kali ini tidak). Oleh karena itu, saya putuskan kelebihan beban bagasi dikirim via kargo dari Casablanca ke alamat saya di Bandung, Jawa Barat – Indonesia. Berat barang dari 1 Kg sampai 34 Kg dikenakan ongkos 1600 Dirham Morocco setara lebih kurang 150 euro. Dan barang perlengkapan saya cuma 24 kilogram terdiri dari 2 koli (duffle bag dan sebuahpannier).
Selasa malam, 17 Agustus 2010 saya mendapat kabar melalui sms dari sesorang yang mengaku bernama Agus, no hp: 021.91600441x Bahwa barang kiriman saya dari Casablanca sudah tiba di kawasan Kargo – Cengkareng. Tentu saja saya senang apalagi dikatakan bahwa barang saya utuh. Selain terima kasih, saya jawab bahwa barang akan saya ambil hari Senin, 23 Agustus 2010. jika saya sudah sehat.
Rupanya, jawaban saya di atas menjadi jalan masuk bagi oknum tersebut, untuk berusaha memperdaya. Seperti isi sms terlampir, dia katakan untuk seminggu ongkos sewa gudang akan melonjak dan dia bisa membantu mengurus hingga mengirim sampai ke alamat saya di Bandung.
Saat itu, kondisi fisik saya sedang kurang fit. Maklum sejak turun gunung, saya mengalami kejang otot. Yang diakibatkan perubahan gerak aktifitas berbeda. Dari lama bersepeda lalu naik turun gunung dengan cepat. Rupanya semua otot kaki tertarik dan kaku, jalan pun seperti robot. Dan juga akibat perubahan iklim yang drastis, dari panas ke dingin. Mengingat kondisi tersebut di atas dan sudah terbiasa dengan bantuan yang jujur dan tulus dari orang yang tidak dikenal sebelumnya selama melakukan petualangan di negeri orang. Saya pun tidak curiga atas tawaran tersebut.
Oknum yang bernama Agus ini lalu minta saya mengirim fotocopy KTP dan Paspor, via fax dengan nomor 021.8590457x. Anehnya dia tidak protes saat saya kirim fotocopy paspor hanya bagian depannya. Berikutnya dia minta saya untuk kirim uang sebelum barang dikirim. Nah, di sini lah sudah muncul rasa curiga, tapi saya ikuti saja permainannya. Rupanya dia makin gencar mengirim sms.
Hal berikutnya yang membuat saya semakin curiga adalah ketika dia mengatakan sudah menghabiskan sejumlah uang buat mengurus surat dari Kedutaan (kedutaan mana? dan apa urusannya dengan pihak kedutaan?) Aneh! Saya pun menjadi kesal menanggapinya, mulailah dia mengancam tidak akan mengirim barang-barang tersebut kalau saya tidak segera mentransfer uang. Lalu sms lagi dengan nomor hp lain (021.4160644x) Dan mengaku pula sebagai atas dari Agus (padahal saya yakin orangnya sama, karena saat menelepon suara dan logatnya sama).
Dia lalu memberikan No Rekening di BCA atas nama Supriyadi: 2721593519
Jum’at, 20 Agustus 2010 sore, pk 18.00 saya akhirnya menstransfer uang sejumlah Rp 700.000,- seperti yang diminta. Setelah menerima uang dia mengatakan barang akan dikirim saat itu juga dan sekitar jam 22.00 akan tiba di alamat.
Senin, 23 Agustus 2010, sudah tiga hari berlalu namun barangpun tidak kunjung tiba. Saya mencoba menghubunginya dan dikatakan bahwa memang benar bahwa belum bisa dikirim karena uang sewa gedung kurang Rp 276 000,- dan saya harus melunasinya. ‘Agus’ tersebut minta uang rokok dan digenapi menjadi Rp 300 000,- dan ditransfer ke No Rekg. BCA KCP. Senayan City atas nama Lilis Lestari, 5005036311. Sore itu saya pun mentransfer uangnya dengan harapan barang akan saya terima malam harinya. (Jumlah keseluruhan uang yang sudah saya transfer adalah Rp 1.000.000,-/satu juta rupiah). Harapan tinggal harapan, sampai keesokan harinya barang pun tidak datang. Saya pun menelepon ‘Agus’ dan dijawab dengan entengnya; wah mungkin sopirnya ketiduran. Setelah itu tidak satupun sms maupun telepon saya dijawabnya.
Rabu, 25 Agustus 2010, ketika sudah tidak ada jawaban dan keterangan yang jelas. Saya lalu berkonsultasi dengan pihak BCA maupun Polwiltabes di SPK. Sarannya, saya harus ke Jakarta langsung membuktikan ada tidaknya barang tersebut. Karena kondisi fisik sudah membaik, saya berencana keesokan harinya akan ke Jakarta. Semua data yang diperlukan sudah saya persiapkan sekiranya nanti jadi lapor polisi di kawasan Bandara Soekarno Hatta.
Kamis, 26 Agustus 2010, dengan menggunakan jasa travel Xtrans, saya langsung menuju Bandara Soekarno Hatta, tepatnya di Terminal Kargo. Saya berusaha melupakan uang sejuta dan tidak menghubungi si’Agus’. Saya akan mengurus sendiri, berbekal nomor seri resi dan salinan bukti pengiriman barang dari Casablanca. Saat itu saya sedang tidak memendam rasa marah atau dendam pada seseorang, saya hanya berserah diri saja, pasrah.
Sejujurnya, baru pertama kali saya masuk kawasan Terminal Kargo tersebut. Suasananya membuat bingung karena tidak ada rambu-rambu petunjuk. Ketika saya bertanya pada seorang petugas keamanan, kemana saya harus mengurus. Dia menunjukkan arahnya serta mengingatkan hati-hati akan terjebak calo, karena areal 520 (internasional) banyak calonya. Tetapi lucunya, dia juga menawarkan jasa temannya yang biasa membantu mengeluarkan barang, jika saya belum berpengalaman mengurus. Aneh!
Dari seorang petugas di areal gudang 520, saya disarankan menuju bangunan menyerupai bedeng di belakang bangunan Bea Cukai. Mengambil Surat Keterangan Penyerahan Dokumen Barang (Document Delivery Order) dengan menunjukkan nomor resi pengiriman. Karena jenis barang saya adalah Personal Effect, dibutuhkan cap Imigrasi di Bandara, tanggal terakhir saya masuk Indonesia
Maka di fotocopy paspor saya dan KTP saya. Di ruangan yang sama, saya harus membeli formulir isian serta map buat kelengkapan administrasi di Bagian Bea Cukai (Rp. 6000,-). Banyak sekali orang sedang menunggu antrian di situ, tapi ada saja seseorang yang membantu saya.
Di Gedung Bea Cukai, di loket PIBK saya diterima baik oleh bapak Soekanto dan juga diberitahu tahapan berikutnya yang harus saya kerjakan. Setelah itu, saya harus berjalan kembali menuju Gudang 520 sesuai petunjuk tadi. Dalam pada itu, seorang bapak yang tadinya sama-sama menunggu di depan loket, mau membantu dan memandu saya masuk meja demi meja dalam ruangan gudang.
Pertama harus ke meja di dalam lorong sempit (katanya untuk minta lokasi) sebuah istilah untuk menentukan lokasi/letak dimana barang disimpan. Kedua, setelah barang ditemukan, baru dicek secara fisik oleh petugas Bea Cukai. Barang saya tidak ada masalah karena memang baju-baju kotor dan perlengkapan berkelana seperti tenda, sleeping bag, matras, fly sheet, kompor dll. Lalu dari tempat pengecekan fisik, saya harus ikut ke ruangan petugas untuk dibuatkan daftar hasil pengecekan fisik tersebut. Dan dari situ harus kembali ke loket PIBK Bea Cukai untuk mendapatkanSurat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB). Kembali ke Gudang 520 lagi ke loket pembayaran sewa gudang (ada 3 tahap). Dan saya harus membayar sewa gudang dll, di loket Bank BNI sejumlah Rp 236. 000,- (dua ratus tiga puluh enam ribu rupiah saja). Setelah melalui 3 tahap lagi, menyerahkan bukti pelunasan, bukti SPPB, pemeriksaan di bagian sekuriti barang saya keluar dari gudang 520 dan barang bisa langsung dibawa pulang.
Rencana untuk lapor ke pihak berwajib atas kejadian yang saya alami sebelumnya, saya urungkan. Pasalnya, selain hari itu sudah sore dan harus cepat kembali ke Bandung. Ada hal lain yang mengganggu pikiran. Yaitu pada saat saya sedang dalam antrian, saya berkenalan dengan seorang wanita yang mengurus 4 buah koper milik atasannya. Atasannya seorang dosen di sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta. Dalam pembicaraan, saya ceritakan tentang penipuan yang saya alami. Tanpa disangka, dia pun bercerita penipuan uang yang dialaminya. Dengan modus sama seorang oknum telah memperdayanya hingga habis sepuluh juta rupiah, lima juta dibayar tunai dan lima juta lagi ditransfer. Wah rupanya, oknum oknum ini sudah terbiasa memperdaya pengguna jasa kargo dengan dalih dan modus yang sama.
Cerita lain adalah saat keberangkatan, karena alasan yang sama seperti yang saya uraikan di atas. Barang yang sama juga terpaksa saya kirim melalui jasa kargo. Saat itu di tangani oleh Fesindo Airport Service, dikirim pada tanggal 12 Juni 2010 dengan tujuan Brussels, Belgia. 19 kg berat barang @ 19 $ US = 361 $ US (1 $ US = Rp. 9.300,-) IDR. Rp 3.357.300 ditambah bea handling Rp. 500.000,- Saya diharuskan membayar Rp. 3.850.000,- (tiga juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah).
Dan ketika saya ambil di Brussels Airport, dalam catatan Air Waybill bernomor 217.2824 6444 dari Thai Airways International PCI; tertera bahwa ongkos pengiriman adalah 8.84 perkilo x 20 Kg = 176.80 $ US ditambah bea lain-lain 20 $ US. Jumlah 196.80 $ US.
Selisih 361 $US – 196.80 $US = 164.20 $US wooooowww mengambil untungnya keterlaluan!.
Dari pengalaman tersebut di atas, telah terbukti dan tidak bisa dipungkiri apa yang sering jadi pembicaraan para petualang dunia. Bahwa di Indonesia memang bermasalah. Sebenarnya, jika yang berwajib mau mengungkap kasus-kasus yang tentunya tidak sekali ini terjadi bisa saja. Karena oknum yang pertama kali memberitahu kedatangan barang kepada saya, adalah orang yang tahu pasti bahwa barang tersebut memang ada dalam daftar kedatangan barang. Paling tidak masih dalam lingkaran tersebut. Kedua, sebaiknya pemberitahuan kedatangan barang bukan melalui telepon atau sms (karena sering disalahgunakan). Tetapi alangkah bijaksana kalau melalui email, seperti ketika saya akan mengambil barang di Brussels Airport, Belgia. Semua tercetak dan tertulis dan ada buktinya. Akhirnya, harapan saya tentu saja agar masalah dan kejadian yang seperti saya alami tidak akan terjadi dan menimpa bagi pengguna jasa kargo.
Berikut ini catatan sms dari oknum yang mengaku bernama Agus, kepada saya. Terlihat gencar sekali mengirim sms tetapi setelah mendapatkan uang yang diinginkan langsung tidak bisa dihubungi lagi:
- 021.9600441x 16 Agustus 2010, 22.42.13:
Slmt mlm pak.... Pak saya dari PT Jasindo airport.
Barang Bpk yg 2 koli 24 kilo udah nyampe pak. Skrg di gudang kita.
Tks. Agus pt Jasindo
- 021.9600441x 17 Agustus 2010, 13.54.51:
Klu senin nt. Sewa gudangnya bertambah pak.
Apa bsk aja saya casteums. Sore barang dikirim.
- 021.9600441x 18 Agustus 2010, 09.46.58
Slmt siang pak...... Pak hrp fax photo copy ktp dan paspor ke 021.85904574 Tks.
- 021.9600441x Jum’at, 20 Agustus 2010, 11.09.47:
Siang jg pak.....? Nt sore pak dikirim. Melalui mobil ya pak. Tks
- 021.9600441x Jum’at, 20 Agustus 2010, 12.22.12:
Pak. Barang dikirim ....... Melalui paket kargo. Alamat sesuai ktp kan ...?
- 021.9600441x Jum’at, 20 Agustus 2010, 12.28.20:
Ya pak.... Mengenai pembyran ditransfer bisa ...?
- 021.9600441x Jum’at, 20 Agustus 2010, 12.37.51:
Ya tks pak atas krjasama-ya..!!
- 021.9600441x Jum’at, 20 Agustus 2010, 13.36.39:
Pak minta maaf yang sebesar2nya ...! Boos ktr saya klu eg dikrim uang.
Brang ditahan. Krn udah pengalaman ditipu orang.
Mhn pengertian bpk. Tks atas krjs smanya
- 021.9600441x Jum’at, 20 Agustus 2010, 13.40.55:
Barang udah diantar pak ...? Tp eg mau dikirim krmh nt.
Krn banyak paket lain di mobil box kita. Trksh.
- 021.9600441x Jum’at, 20 Agustus 2010, 14.27.07:
Bgmn pak ..? Apa dikrim uangnya skrg.
- 021.9600441x Jum’at, 20 Agustus 2010, 14.50.02:
Bca.2721593519 supriyadi ........ ini pak regnya. Tks
- 021.9600441x Jum’at, 20 Agustus 2010, 14.54.12:
Eg ada niat tu mnipu uang 700rb pak. Tp ini bos saya tel ke saya pak ...
Boleh bpk. Lapor ke polisi saya pak. Klu bohong
- 021.9600441x Jum’at, 20 Agustus 2010, 14.57.48:
No rek udah saya kirim pak. Barang utuh pak. Jgn kwatir. Tks
- 021.9600441x Jum’at, 20 Agustus 2010, 15.11.19:
Ini data ktr saya ...? Komplek ruko cempaka mas blok K. No 6-7
Cempaka Putih. Jakarta Pusat. Boleh suruh dtng or Bapak ke ktr saya. Tks
- 021.9600441x Jum’at, 20 Agustus 2010, 15.35.55:
Maaf pak saya udah pening nie ..? Boos suruh transfer uang dlu
Kalau saya bohon barang eg datang tlng lapor saya ke polisi siap saya pak. Tks
-------------------------------
- 021.4160644x Jum’at, 20 Agustus 2010, 16.27.21:
Slmt sore pak. Saya atasan agus. Barang nanti jam 5 dikirim.
Tlng. selesaikan pembyaran segera. Ke bca yg dikirm tadi. Mksh
- 021.4160644x Jum’at, 20 Agustus 2010, 17.38.02:
Ya kalau enggak mau kirim skrg uang. Barang ditunda uang segitu rebut.
Barang eg diantar klu gitu
- 021.41 60644x Jum’at, 20 Agustus 2010, 17.41.09:
Biar bpk tau ... urus izin di kedutaan aja kmren 300rb. Bea cukai 200rb.
Blm lg beaya kirim.
------------------
setelah sedikit berdebat dalam pembicaraan via telepon, saya transfer dari ATM BCA, 20 Agustus 2010, 17.54.21 uang sejumlah Rp 700.000,- ke rek: 2721593519 Nama: Supriyadi uang sejumlah Rp 700.000,-
------------------
- 021.4160644x Jum’at, 20 Agustus 2010, 18.00.40:
Ya tks brang jam 10 mlm nyampe kok ....
---------------------------------
- 021.9600441x Sabtu, 21 Agustus 2010, 18.32.44:
Slmt mlm pak ...? Pak udah dikirim barang sama boos saya. Tks
- 021.9600441x Sabtu, 21 Agustus 2010, 18.36.06:
Kok blm nyampe ya .... Katanya smlm dikirm ....
T peg apa2 pak. Nt cek lg. Saya eg enak ama bpk. Tks
- 021.9600441x Senin, 23 Agustus 2010, 16.57.07:
Pak, udah aku cek barangnya ...? Blm dikrim.
Msh ditahan krn brangnya kmaren pak Supriadi yg urus. Tks
- 021.9600441x Senin, 23 Agustus 2010, 17.05.57:
Pak. Ditahan barang krn sewa gudang kurang Rp 276.000,-
Pak Supriadi udah terlalu ngmng ama saya dlu ....
Jadi dia lpas tggungan ...! Bgmn pak ini, aku yg jd malu ama bpk.
- 021.9600441x Senin, 23 Agustus 2010, 17.27.37:
BCA KCP Senayan City no rekg. 5005036311 Nama Lilis Lestari.....
Bpk kirim aja skrg ..... Bpk percaya ama saya x ini ..... Tks
-----------------
lalu dalam pembicaraan via telepon dia minta digenapi menjadi tiga ratus ribu rupiah. Dan saya transfer dari ATM BCA, 23 Agustus 2010, 17.57.43 uang sejumlah Rp 300.000,- ke rek: 5005036311 Nama: Lilis Lestari
-----------------
- 021.9600441x Senin, 23 Agustus 2010, 18.13.57:
Iya pak tks ...?
- 021.9600441x Senin, 23 Agustus 2010, 21.16.49:
Met mlm pak ....? Pak brang bsk dikirimnya krn gudang udah tutup pak. Tks
- 021.9600441x Senin, 23 Agustus 2010, 21.23.10:
Tks jg pak ....
- 021. 9600441x Selasa, 24 Agustus 2010, 13.40.41:
Siang pak .... ini lg muat pak krn sekaligus punyk orang lain pak ...
Ntar mlm dah dtg kog. Tks
- 021.9600441x Selasa, 24 Agustus 2010, 16.22.46:
Pak brang udah dikrim ya .... Tks
------------
Rabu, 25 Agustus 2010, Saya berusaha menanyakan kenapa barang belum juga datang ke nomor-nomor tersebut di atas sudah sulit dihubungi atau langsung dimatikan. Sekali bisa kontak, oknum yang bernama Agus tersebut dengan enteng menjawab mungkin sopirnya ketiduran di jalan. Setelah itu telepon saya tidak pernah di jawab.
Kamis, 26 Agustus 2010, barang sudah saya ambil dan urus sendiri ke terminal kargo di kawasan Bandara Soekarno Hatta..
Jum’at, 27 Agustus 2010, saya mencoba mengirim sms ke nomor tersebut di atas berkali-kali untuk menanyakan masalah nasib barang saya (seakan barang belum saya dapat) bisa masuk tetapi tidak ada sekalipun jawaban. Begitupun hari hari selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar